Tumbuh Kembang Anak ( Masalah Gizi )

Malnutrition ataupun dkenali sebagaimasalah gizi adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh tidak seimbangnya zat gizi yang diperoleh dari makanan. Masalah gizi dibagi dalam dua kelompok yaitu masalah gizi-kurang (under nutrition) dan masalah gizi-lebih (over nutrition), baik berupa masalah gizi-makro ataupun gizi-mikro. Di Indonesia, terdapat banyak masalah yang melibatkan masalah gizi kurang ataupun gizi buruk.

Terdapat 2 jenis masalah gizi kurang iaitu gizi makro dan gizi mikro. Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Manifestasi dari masalah gizi makro bila terjadi pada wanita usia subur dan ibu hamil yang Kurang Energi Kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). Bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus, kwashiorkor atau marasmic-kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah.Masalah gizi mikro hanya dikenal sebutan dalam bentuk gizi kurang zat gizi mikro tertentu, seperti kurang zat besi, kurang zat yodium, dan kurang vitamin A. Masalah gizi makro, terutama masalah kurang energi dan protein (KEP) paling banyak menyerang pada balita dan yang memprihatinkan biasanya orang tua tidak pernah menyadari bahwa anak balitanya mengalami KEP.

Adapun tanda-tanda klinis Gizi Makro:

Tanda-tanda Kwashiorkor :

Kwashiorkor adalah gangguan gizi karena kekurangan protein biasa (KEP) sering disebut busung

lapar. Adapun tandanya yakni,

1. Edema (bengkak) umumnya di seluruh tubuh terutama pada kaki ( dorsum pedis )

2. Wajah membulat dan sembab

3. Otot-otot mengecil, lebih nyata apabila diperiksa pada posisi berdiri dan duduk, anak berbaring terus

menerus.

4. Perubahan status mental : cengeng, rewel kadang apatis.

5. Anak sering menolak segala jenis makanan ( anoreksia ).

6. Pembesaran hati

7. Sering disertai infeksi, anemia dan diare / mencret.

8. Rambut berwarna kusam dan mudah dicabut.

9. Gangguan kulit berupa bercak merah yang meluas dan berubah menjadi hitam terkelupas ( crazy

pavement dermatosis ).

10. Pandangan mata anak nampak sayu.

Tanda-tanda Marasmus

Marasmus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. Tanda anak dengan marasmus

yakni,

1. Anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit.

2. Wajah seperti orangtua

3. Cengeng, rewel

4. Perut cekung.

5. Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada.

6. Sering disertai diare kronik atau konstipasi / susah buang air, serta penyakit kronik.

7. Tekanan darah, detak jantung dan pernafasan berkurang.

Tanda-tanda Marasmus-Kwashiorkor :

Tanda-tanda marasmus kwashiorkor merupakan gabungan tanda-tanda dari marasmus dan

kwashiorkor.

 Pada kasus buruk, dimana kebutuhan nutrisi tubuh sangat kurang maka dapat menyebabkan pertahanan tubuh menurun. System imun yang turun ini dapat menyebabkan mikroorganisme yang memapar tubuh, dan dapat dengan mudah masuk dan berkembang biak di dalam tubuh.

Antara contoh Gizi Mikro adalah:

Gizi Kurang – protein – kurang gizi untuk energi

Penyebab

Kurang gizi akut disebabkan oleh tidak mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup atau makanan yang baik (dari segi kandungan gizi) untuk satu periode tertentu untuk mendapatkan tambahan kalori dan protein (untuk melawan) muntah dan mencret (muntaber) dan infeksi lainnya.

Gizi kurang kronik disebabkan karena tidak mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup atau makanan yang baik dalam periode/kurun waktu yang lama untuk mendapatkan kalori dan protein dalam jumlah yang cukkup, atau juga disebabkan menderita muntaber atau penyakit kronis lainnya.

Gejala dan akibat

Gizi kurang akut biasanya mudah untuk dideteksi, berat badan anak akan kurang dan kurus – mereka akan memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan dan meningkatkan resiko terkena infeksi.

Gizi kurang yang kronik lebih sulit diidentifikasi oleh suatu komunitas – anak akan tumbuh lebih lambat daripada yang diharapkan namun pemeriksaan berat dan tinggi badan akan menunjukan bahwa mereka memiliki berat yang kurang pada grafik pertumbuhan anak – misalnya kerdil. Gizi kurang kronik dapat mempengaruhi perkembangan otak dan psikologi anak dan meningkatkan resiko terkena infeksi.

Kekurangan zat besi

Penyebab

Tidak cukup mengkonsumsi makanan tinggi zat besi, juga perempuan yang terlalu sering hamil dan memiliki anak, malaria, cacing tambang dan menstruasi meningkatkan resiko kekurangan zat besi

Gejala dan Akibat

Kekurangan zat besi mempengaruhi perkembangan otak dan psikologi anak-anak, dan membuat orang menjadi malas dan lebih mudah terkena infeksi.

Kekurangan yodium

Penyebab

Tidak mengkonsumsi makanan yang kaya akan yodium dalam jumlah yang cukup

Gejala dan Akibat

Kekurangan yodium pada perempuan hamil dapat menyebabkan kelahiran mati dan meningkatkan resiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah dan pada tingkat kekurangan yang parah dapat menyebabkan cacat permanent dan bayi lahir dengan tingkat intelegensi dan kemampuan gerak yang rendah dari biasanya/harusnya. Kekurangan iodium juga menimbulkan kelelahan dan pembesaran kelenjar tiroid – gondok.

Kekurangan vitamin A

Penyebab

Tidak makan makanan yang kaya akan kandungan vitamin A, hal ini juga dapat diperburuk oleh infeksi, terutama campak.

Gejala dan Akibat

Kekurangan vitamin A merupakan penyebab utama kebutaan dan masalah2 mata – xeropthalmia – dan juga mengurangi ketahanan terhadap infeksi lainnya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s