KeBeSaRaN ALLAH mMg xDa yG LeH PeRtiKaiKAn!!!

Salam….

 

images1

Hye all…

Hurm…. Tadi anis dok cari2 psl fertilisasi…

Terjumpa artikel ni…. Pastu terfikir nak kongsikan bersama2….

Klo ade yg bercanggah dlm artikel, mohan dimaafkan….

Namun, artikel ni mmg berguna n bermanfaat, slain menyedari  kekuasaan Allah…

Smoga bermanfaat….

Manusia zaman dahulu tidak mengetahui bahwa mereka mengalami perkembangan di dalam perut (uterus) hingga akhirnya sains modern menguaknya. Ilustrasi pertama yang diketahui tentang sebuah janin digambar oleh Leonardo Da Vinci pada abad ke-15. Pada abad ke-2 Masehi, Galen menggambarkan plasenta dan membran fetal dalam bukunya yang berjudul ‘On the Formation of the Fetus’. Kemungkinan besar berawal dari hal ini, maka para dokter pada abad ke-7 M mengetahui bahwa embrio manusia berkembang di dalam uterus, meski tetap saja tidak mungkin mereka mengetahui bahwa embrio tersebut berkembang secara bertahap. Walaupun Aristoteles telah menggambarkan tahap-tahap perkembangan embrio ayam pada abad ke-4 sebelum masehi. Namun pemahaman bahwa embrio manusia berkembang secara bertahap tidak dibahas dan diilustrasikan. Baru setelah Mikroskop ditemukan pd abad ke-17 oleh Leueewenhoek, deskripsi tentang embrio ayam dibuat, namun pengetahuan akan perkembangan embriologi manusia tidaklah diketahui secara mendetail, baru pada abad ke-20 setelah Streeter (1941) mengembangkan sistem pertama kali tentang tahap perkembangan embrio yang kemudian digantikan oleh sistem yang lebih akurat yg dikemukakan oleh O’Rahilly (1972).

Rasulullah SAW telah menjelaskan perkembangan embrio ini secara mendetail 14 abad yang lalu, dimana pada zaman itu mikroskop, USG dan semisalnya belum ditemukan. Allah Ta’ala berfirman :

“Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.”

(QS az-Zumar : 6).

Syaikh Ibnu Sa’di rahimahullahu menjelaskan penafsiran ayat ini, yaitu ‘Alloh menciptakan manusia thur ba’da thur (tahap demi tahap bentuknya), dan dalam keadaan dimana tidak ada satu tangan makhlukpun memegang (membantu) dan mata yang melihat (mengawasi), dan Dia-lah Alloh yang memelihara janin di dalam tempat yg sempit tersebut (kandungan ibu, uterus), “dalam tiga kegelapan” yaitu :

1.     kegelapan perut [zhulmatul Bathni],

2.     kegelapan rahim [zhulmatur rahmi]

3.     kegelapan tembuni/ari-ari [zhulmatu masyimah].

Sains modern menjelaskan bahwa tahapan perkembangan embrio di dalam uterus memang terjadi secara bertahap, bentuk demi bentuk. Dan sains modern menjelaskan bahwa janin manusia berada pada tiga lapisan, yaitu :

1.     Dinding anterior abdomen

2.     Dinding uterus

3.     Membran Amniochorionic

Tiga bagian inilah yang dimaksud dengan tiga kegelapan. Dan penafsiran ayat di atas tidak menyelisihi penjelasan sains modern, dimana “tiga kegelapan” tersebut yang dijelaskan oleh Syaikh as-Sa’di adalah sama dengan yang di sebutkan di dalam sains modern. Zhulmatul Bathni (kegelapan perut) bisa diinterpretasikan sama dengan dinding anterior abdomen. Karena bathnun sama dengan abdomen. Zhulmatur rahmi (kegelapan rahim) sama dengan dinding uterus, karena rahim yang dimaksud adalah uterus. Zhulmatul Masyimah (kegelapan tembuni) identik dengan membran amnichorionic.

 

Allah Ta’ala berfirman :

”Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).”

(QS Al-Mu’minun : 13)

Syaikh as-Sa’di rahimahullahu berkata :

“Nuthfah adalah sesuatu yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan kemudian menetap di “tempat yg kokoh” yaitu rahim, yang terpelihara dari kerusakan, cedera dan selainnya.” Sesuatu yang keluar dari sulbi laki-laki adalah spermatozoa dan yang keluar dari wanita adalah ovum. Lantas keduanya bercampur sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“Sesungguhnya kami menciptakan manusia dari tetesan air yang bercampur.”

(QS Al-Insan : 2).

Campuran keduanya ini membentuk zigot yang membelah diri membentuk blastocyst yang tertanam secara kuat di uterus (tempat yang kokoh).

 

Kemudian Allah Ta’ala berfirman :

”Kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqoh”

(QS Al-Mu’minun : 14)

Kata ‘Alaqoh dari sisi bahasa Arab bermakna 3, yaitu :

1.     Bermakna lintah.

2.     Bermakna sesuatu yang tergantung.

3.     Bermakna segumpal darah.

Dan Maha Suci Allah, ternyata tiga makna yang terkandung di dalam kata ‘Alaqoh ini tidak ada yang menyelisihi fakta saintifik modern sedikitpun. ‘Alaqoh bermakna sebagai lintah, ini adalah deskripsi yang tepat bagi embrio manusia sejak berusia 1-24 hari ketika menempel di endometrium pada uterus, serupa sebagaimana ‘lintah’ menempel di kulit. Serupa pula dengan ‘lintah’ yang memperoleh darah dari inangnya, embrio manusia juga memperoleh darah dari “endometrium deciduas” saat hamil. Hal ini sangat luar biasa bagaimana embrio yang berumur 23-24 hari bisa menyerupai seekor lintah. Sebelum mikroskop dan lensa ditemukan (baru ditemukan pada abad ke-7), para dokter tidak akan tahu bahwa embrio manusia memiliki penampakan seperti lintah.

Ketika membandingkan lintah air tawar dengan embrio pada tahap ‘alaqoh, Profesor Moore, seorang profesor Emeritus ahli anatomi dan embriologi dari Universitas Toronto Kanada, menemukan kesamaan yang banyak pada keduanya. Beliau berkesimpulan bahwa embrio selama tahap ‘alaqoh memiliki penampakan yang sangat mirip dengan lintah. Profesor Moore lantas menempatkan sebuah gambar embrio dan lintah bersebelahan.

Arti kedua, ‘alaqoh adalah ’sesuatu yang tergantung’, dan hal ini adalah apa yg dapat kita lihat pada penempelan embrio di uterus/rahim selama tahap ‘alaqoh. Dan ini adalah suatu fakta ilmiah.

Arti ketiga adalah ’segumpal darah’. Hal ini signifikan untuk mengamati sebagaimana pernyataan Profesor Moore, bahwa embrio selama tahap ‘alaqoh mengalami peristiwa internal yang sudah dikenal, seperti pembentukan darah pada pembuluh tertutup, sampai siklus metabolisme selesai di plasenta. Selama tahap ‘alaqoh, darah ditangkap di dalam pembuluh tertutup dan inilah alasan mengapa embrio memiliki penampakan seperti gumpalan darah. Ketiga deskripsi tersebut secara mengagumkan disodorkan oleh satu kata ‘alaqoh dalam Qur’an.

 

Allah Ta’ala berfirman :

”Kemudian ‘alaqoh itu kami jadikan mudhghoh”

(QS Al-Mu’minun : 14).

Kata Mudghah bisa bermakna “segumpal daging” dan bisa juga bermakna “sesuatu yg dikunyah”. Akhir minggu ke empat, embrio manusia tampak seperti gumpalan daging atau sesuatu yang dikunyah. Penampakan seperti bekas kunyahan menunjukkan somit yang menyerupai tanda gigi. Somit merepresentasikan permulaan primordia dari vertebrae (bakal tulang belakang).

 

Allah Ta’ala berfirman :

”Kemudian kami jadikan mudghoh itu ‘idhoman (tulang belulang), lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan lahma (daging/otot)”

(QS Al-Mu’minun : 14).

Ayat ini mengindikasikan bahwa setelah tahap mudhghoh, tulang belulang dan otot terbentuk. Hal ini sesuai dengan perkembangan embriologi. Pertama tulang terbentuk sebagai model kartilago (tulang rawan) dan otot (daging) berkembang menyelimutinya dari mesodermal somatik.

 

Allah Ta’ala berfirman :

”Kemudian kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain”

(QS Al-Mu’minun : 14).

Ayat ini mengimplikasikan bahwa tulang dan otot menghasilkan bentuk/formasi makhluk dengan bentuk yang lain. Hal ini bisa mengacu pada manusia yang masih berupa embrio yang terbentuk di akhir minggu ke delapan. Pada tahap ini, embrio memiliki karekteristik khusus dan memiliki primordia (bakal) seluruh organ dan bagian-bagiannya baik internal maupun eksternal. Setelah minggu ke delapan, embrio ini disebut fetus. Hal ini menjadikannya sebagai makhluk yang baru yang berbentuk lain. Maha Suci Alloh, Pencipta yang paling baik.

 

Allah Ta’ala berfirman :

”dan Ia menjadikan bagimu pendengaran, pengelihatan dan pemahaman (hati)”

(QS an-Nahl : 78).

Ayat ini mengindikasikan bahwa indera khusus seperti pendengaran, pengelihatan dan peraba berkembang pada tahap ini, adalah benar. Primordia (bakal) telinga internal nampak sebelum permulaan perkembangan mata, dan otak (tempatnya pemahaman) berdiferensiasi terakhir kali.

 

Allah Ta’ala berfirman :

”Kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna”

(QS Al-Hajj : 5).

Penggalan ayat ini mengindikasikan bahwa embrio tersusun atas jaringan yang berdiferensiasi (sempurna kejadiannya) dan jaringan yang tak berdiferensiasi (tidak sempurna). Sebagai contoh, ketika tulang kartilago (rawan) berdiferensiasi, jaringan ikat embrio atau mesenkim yg menyelubunginya tak berdifirensiasi. Dan ia akan berdiferensiasi kemudian menjadi otot dan ligamen yang menempel di tulang. Dan ini adalah suatu fakta ilmiah yang tak terbantahkan.

 

Allah Ta’ala berfirman :

”Agar kami jelaskan kepadamu dan kami tetapkan di dalam rahim (uterus), apa yang kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan”

(QS Al-Hajj : 5).

Penggalan ayat ini menyatakan bahwa Allah telah menetapkan dan menentukan embrio di dalam uterus sampai masa penuhnya (kehamilan 9 bulan). Hal ini juga diketahui secara jelas bahwa banyak embrio gagal berkembang selama bulan pertama perkembangannya, dan hanya sekitar 30% zigot yang terbentuk, berkembang menjadi fetus yang selamat hingga kelahiran.

 

Di dalam buku “Developing Human”, DR. Moore menyatakan bahwa klasifikasi modern tentang tahap perkembangan embrionik, yang telah diadopsi hampir di seluruh dunia, adalah pengklasifikasian yang terlalu rumit dan tidak komprehensif. Klasifikasi modern di atas tidak memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai tahapan perkembangan embrionik secara mudah dan jelas, karena tahap-tahap tersebut berdasarkan bentuk numerik, yaitu, tahap 1, tahap 2, tahap 3, dst.

 

 

”Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

(QS Adz-Dzaari ayat : 20-21)

 

Subhanallah!

Allah da gtau kite awl2 lg sblm berlaku penemuan2 oleh para ahli saintis….

Cume kite je mungkin x’mengorek’ ape yg da Allah sampaikan kat  kiter….

Hurm… mungkin tu je yg dpt anis kongsikan…

Yang baik itu dtg dr Allah dan yg kurang tu dtg dr kelemahan yg disandarkan pada diri anis…

Salam…

Ukhwah fisabilillah….

1381

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s